QRIS: Cara Kerja dan Tips Aman Bayar Pakai Kode QR
Apa itu QRIS, perbedaan QR statis dan dinamis, modus penipuan yang memanfaatkan kode QR, serta tips aman bagi pembeli dan pedagang.
Dari warung kopi pinggir jalan sampai pusat perbelanjaan, stiker QRIS kini ada di mana-mana. Cukup buka aplikasi bank atau dompet digital, arahkan kamera ke kode QR, masukkan nominal dan PIN, dan pembayaran selesai. Praktis, tanpa uang tunai, tanpa kembalian.
Namun di balik kemudahannya, ada juga modus penipuan yang memanfaatkan kode QR. Artikel ini menjelaskan apa itu QRIS, bagaimana cara kerjanya, serta tips agar pembayaran Anda selalu sampai ke penerima yang benar.
Apa Itu QRIS?
QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, standar kode QR untuk pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. QRIS diluncurkan pada 2019 dan wajib digunakan oleh penyelenggara pembayaran berbasis QR mulai awal 2020.
Sebelum ada QRIS, setiap dompet digital dan bank punya kode QR sendiri. Pedagang harus memajang banyak stiker berbeda, dan pembeli harus memakai aplikasi yang cocok. Dengan QRIS, satu kode QR bisa dibayar menggunakan aplikasi apa pun yang sudah terhubung dengan standar ini, baik mobile banking maupun dompet digital.
Bagaimana QRIS Bekerja?
Kode QR sebenarnya hanyalah cara menyimpan informasi dalam bentuk gambar. Pada QRIS, informasi yang disimpan antara lain identitas pedagang, penyelenggara yang menaungi pedagang tersebut, dan kadang nominal pembayaran.
- Anda memindai kode QR dengan aplikasi pembayaran.
- Aplikasi membaca data dan menampilkan nama pedagang di layar konfirmasi.
- Anda memasukkan nominal (untuk QR statis) atau nominal sudah terisi otomatis (untuk QR dinamis).
- Anda memasukkan PIN untuk menyetujui.
- Dana berpindah dari akun Anda ke akun pedagang melalui jaringan penyelenggara pembayaran, dan kedua pihak menerima notifikasi.
QR statis dan QR dinamis
| QR statis | QR dinamis | |
|---|---|---|
| Bentuk | Stiker atau cetakan yang tetap | Muncul di layar mesin kasir atau aplikasi |
| Nominal | Diisi sendiri oleh pembeli | Sudah terisi sesuai tagihan |
| Contoh pemakaian | Warung, pedagang kaki lima, parkir | Minimarket, restoran, kasir modern |
| Risiko utama | Stiker ditimpa QR palsu, salah ketik nominal | Layar palsu (jarang), salah tagihan |
Modus Penipuan yang Memanfaatkan Kode QR
1. Stiker QR palsu
Penipu menempelkan stiker kode QR miliknya di atas stiker QRIS asli milik pedagang, misalnya di kotak amal, mesin parkir, atau warung yang ramai. Pembeli yang tidak memeriksa nama penerima akan mengirim uang ke rekening penipu.
2. QR untuk "menerima uang"
Penipu mengaku akan mengirimkan uang, misalnya pengembalian dana atau pembayaran barang yang Anda jual, lalu meminta Anda memindai kode QR. Padahal, memindai QR lalu memasukkan PIN berarti Anda yang membayar, bukan menerima. Untuk menerima uang, Anda tidak perlu memindai apa pun atau memasukkan PIN.
3. QR yang mengarah ke situs palsu
Kode QR tidak selalu berisi data pembayaran. Ia juga bisa berisi tautan ke situs. Kode QR di brosur, poster, atau pesan yang mengarah ke halaman login palsu disebut quishing (phishing lewat QR). Jika setelah memindai Anda diarahkan ke situs dan diminta login, periksa alamatnya dengan cermat. Caranya ada di Cara Mengenali Link Phishing Sebelum Diklik.
4. Bukti bayar palsu
Bagi pedagang, modus yang sering terjadi adalah pembeli menunjukkan tangkapan layar pembayaran yang sudah diedit. Pedagang sebaiknya selalu memastikan dana benar-benar masuk lewat notifikasi resmi di aplikasi mereka sendiri.
Tips Aman Membayar dengan QRIS
- Selalu periksa nama penerima di layar konfirmasi sebelum memasukkan PIN. Nama itu harus sesuai dengan toko tempat Anda berbelanja.
- Perhatikan kondisi stiker QR. Stiker yang ditempel di atas stiker lain, tampak baru di antara stiker yang sudah usang, atau terlihat dicetak seadanya patut dicurigai. Tanyakan langsung ke kasir atau pemilik toko.
- Periksa nominal dua kali, terutama pada QR statis di mana Anda mengetik nominal sendiri. Salah ketik satu angka nol bisa berarti membayar sepuluh kali lipat.
- Jangan memindai QR yang dikirim orang lain untuk "menerima uang".
- Simpan bukti transaksi sampai pembelian benar-benar selesai.
- Gunakan aplikasi resmi dari toko aplikasi, bukan aplikasi pemindai QR pihak ketiga yang tidak dikenal.
Tips untuk Pedagang
- Periksa stiker QRIS Anda secara berkala, pastikan tidak ditimpa stiker lain.
- Pasang stiker di tempat yang terlihat oleh Anda atau karyawan.
- Konfirmasi pembayaran lewat notifikasi di aplikasi atau perangkat resmi milik Anda, bukan dari layar ponsel pembeli.
- Jika memungkinkan, gunakan QR dinamis yang nominalnya sudah terisi, untuk mengurangi kesalahan input.
Jika Salah Bayar atau Tertipu
- Catat detail transaksi: waktu, nominal, nama penerima yang tertera, dan nomor referensi.
- Hubungi layanan pelanggan aplikasi yang Anda pakai untuk membayar, lewat fitur bantuan di dalam aplikasi.
- Laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre melalui kanal OJK (telepon 157 atau WhatsApp 081-157-157-157) jika merupakan penipuan.
- Beri tahu pemilik toko jika Anda menemukan stiker QR palsu, agar tidak ada korban lain.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ada biaya tambahan saat membayar dengan QRIS?
Bagi pembeli, umumnya tidak ada biaya tambahan. Biaya layanan (MDR) dibebankan kepada pedagang sesuai ketentuan Bank Indonesia. Pedagang tidak seharusnya membebankan biaya itu kepada pembeli.
Bisakah QRIS dipakai di luar negeri?
Bank Indonesia telah menjalin kerja sama pembayaran QR lintas negara dengan beberapa negara. Ketersediaannya bergantung pada negara tujuan dan aplikasi yang Anda pakai, jadi periksa informasi di aplikasi bank atau dompet digital Anda.
Saya salah ketik nominal, apakah uang bisa kembali?
Pembayaran QRIS yang sudah berhasil tidak bisa dibatalkan secara otomatis. Hubungi pedagang untuk meminta pengembalian, dan jika perlu hubungi layanan pelanggan aplikasi pembayaran Anda dengan menyertakan bukti transaksi.
QRIS adalah salah satu inovasi pembayaran yang paling memudahkan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Kebiasaan sederhana, yaitu membaca nama penerima sebelum menekan PIN, sudah cukup untuk menutup sebagian besar celah penipuannya. Untuk keamanan aplikasi pembayaran secara keseluruhan, baca juga Tips Keamanan Dompet Digital agar Saldo Tidak Hilang.
Diskusi
0 komentar